Ditulis Oleh : Yulita Halim
Dhea berdiri di depan cermin sambil menyentuh pipinya yang mulai dipenuhi bintik merah kecil.
“Wajahku, kenapa bisa seperti ini?” gumamnya sedih.
Ia takut teman-temannya mengejeknya di sekolah. Keesokan harinya,
kekhawatirannya terbukti.
“Cie, Dhea jerawatan, mulai jatuh cinta, nih!” seru Karto sambil tertawa. Dhea menunduk malu. Sepulang sekolah, ia langsung memeluk ibunya.
“Ma, kenapa wajahku seperti ini? Aku malu …”
Mama tersenyum lembut.
“Sayang, itu tandanya Dhea mulai tumbuh remaja. Jerawat itu hal yang wajar. Hampir semua orang mengalaminya.”
Ia lalu mengajarkan Dhea cara merawat wajah: mencuci muka dua kali sehari, tidak memencet jerawat, dan makan makanan sehat. Seminggu kemudian, jerawat Dhea mulai membaik. Di sekolah, ia sudah tidak malu lagi. Ketika melihat temannya, Lela, yang baru tumbuh jerawat, Dhea tersenyum.
“Tenang saja, itu wajar kok. Yuk, kita rawat sama-sama.”
Sejak saat itu, Dhea belajar mencintai dirinya apa adanya. Ia tahu, perubahan tubuh adalah bagian dari tumbuh dewasa. Yang terpenting bukan menyembunyikan, tapi merawat dengan sabar dan percaya diri. ***

